Sunday Market - 2

Archproject kembali mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Sunday Market untuk menampilkan konsep Arsitektur dan Film dari Kinescape.


Penulis

Muhammad Bintang Nabilunnuha

Tanggal

25/02/2019

Kategori

Exhibition



Serangkaian acara Sunday Market sukses digelar pada hari sabtu dan minggu tanggal 23 hingga 24 februari 2019 kemarin, bertempat di Surabaya Town Square (SUTOS). Acara yang diadakan oleh Soledad & The Sisters Co ini, mengusung tema “Bringing All Together”. Sunday Market menggabungkan beberapa konsep sekaligus dalam satu tempat, seperti fashion, music, art, dan juga good food. Pada hari pertama pagelaran Sunday Market, acara dimulai pukul 07.00 hingga 22.45 WIB, sedangkan pada hari kedua, acara dimulai pukul 10.00 hingga pukul 22.05 WIB. Acara ini memang sengaja digelar untuk menarik perhatian generasi muda dan juga kaum millennial. Namun, banyak juga pengunjung yang datang berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan berbagai kalangan usia dari tua hingga muda.


Dalam pagelaran Sunday Market kali ini, terdapat 25 booth makanan dan camilan ringan, 48 booth flea market (barang antik atau preloved), 40 booth labels, dua tenant food truck dan juga satu corner book stall yang menyediakan berbagai macam buku. Selain itu juga terdapat berbagai instalasi yang seru yang disediakan oleh berbagai komunitas dan juga spot foto yang menarik. Pengunjung bisa menikmati rangkaian acara dengan nyaman tanpa takut tersesat karena penyelenggara juga menyediakan denah dan juga petunjuk arah.


Selain berbagai booth yang menjual beraneka barang dan juga souvenir, Sunday Market juga menghadirkan music stage yang diisi oleh berbagai musisi dan seniman, baik dari dalam maupun luar Kota Surabaya untuk menghibur pengunjung yang datang. Terdapat juga beberapa workshop yang bisa diikuti oleh pengunjung secara gratis. Seperti workshop yang diadakan oleh Keliling Artspace yaitu workshop membuat aksesoris berbahan dasar elay.


Arch project juga ikut ambil bagian dalam pagelaran Sunday Market tahun ini. Booth Arch Project sendiri berlokasi di lantai 2 didepan bioskop XXI. Booth Arch Project menghadirkan pameran berbagai karya arsitektur, seperti pameran maket, desain poster bangunan, dan juga photobooth, yang merupakan hasil karya dari para mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Maket-maket yang dipamerkan merupakan maket-maket terbaik dari hasil perkuliahan mahasiswa Arsitektur ITS itu sendiri. Beberapa diantara maket yang ada, adalah maket dari latar beberapa film terkenal, sesuai dengan tema Arch Project tahun ini yaitu arsitektur dan film. Tidak luput dari sekedar maket, Kinescape juga kembali dihadirkan namun dengan konsep yang berbeda. Pengunjung kali ini disuguhkan kotak kecil berukuran tidak lebih dari satu meter kubik. Memasukkan kepala kedalam kotak yang dikelilingi suasana bioskop, pengunjung diharapkan dapat memunculkan banyak persepsi yang berhubungan dengan arsitektur dan film.


Booth Arch Project juga menjual souvenir-souvenir menarik resmi dari Arch Project 2019 berupa totebag, kaos, postcard, dan juga string pouch yang bisa dibeli oleh para pengunjung dengan harga yang sangat terjangkau.




Rani (23) salah seorang pengunjung yang berprofesi sebagai karyawan swasta, mengatakan bahwa acara Sunday Market sangat menarik. Ini adalah kali ketiga ia berkunjung ke Sunday Market. Menurutnya, banyak barang-barang bagus yang bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau. Terdapat juga penjual barang bekas yang kualitasnya masih sangat bagus. Selain itu, serangkaian acara yang bervariasi dan menarik menjadi alasan Rani untuk selalu berkunjung ke Sunday Market tiap event-nya.


Tidak hanya pembeli saja, Bella salah seorang penjual yang ikut menjual produk hijabnya di Sunday Market juga merasa sangat nyaman berjualan di event ini. Ini merupakan kali pertama ia mencoba menjual hijab-hijabnya di Sunday Market. Menurutnya, para pembeli yang datang memberikan respon yang sangat baik terhadapnya. Selain itu, alasan mengapa ia memilih untuk ikut berjualan di Sunday Market karena banyak pengunjung yang mayoritas adalah anak-anak muda tidak hanya kisaran ibu-ibu rumah tangga. Ia bisa menemukan banyak konsumen dan pasar baru. Namun, terdapat beberapa kekurangan dari event Sunday Market ini, seperti tidak adanya LO dari pihak penyelenggara yang menyebabkan sering terjadinya miss komunikasi antara penjual dan panitia penyelenggara. Namun sejauh ini, menurutnya acara masih sangat kondusif dan berjalan dengan baik. Ia berharap agar kedepannya acara ini semakin baik lagi baik, baik dari segi panitia, penjual, maupun pengunjung yang datang. (nis/nov)