Arsitektur Film?

Opini yang berisi tentang afiliasi antara dua jenis bidang keilmuan dan kesenian yang sejatinya memiliki paritas.


Penulis

Novan Naufal D A

Tanggal

23/03/2019

Kategori

Opini



Sebagai salah satu bidang kesenian yang dapat dijumpai hampir setiap hari, perfilman mempunyai hubungan yang sangat erat dengan bidang arsitektur. Namun sayangnya pengaruh keberadaan bidang arsitektur dalam dunia perfilman terkadang tidak disadari oleh para penikmat serangkaian gambar bergerak pada layar.


Arsitektur merupakan seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun secara keseluruhan lingkungan binaan dari lingkup yang luas seperti perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke lingkup yang lebih sempit yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk.


Kekuatan, fungsi, dan keindahan merupakan tiga prinsip utama dalam arsitektur untuk menciptakan legitimasi keberadaannya dalam lingkungan tertentu. Melalui tiga prinsip tersebut, karya arsitektur dapat berdialog dengan sendirinya tentang makna visual yang terkandung dalam proses dan hasil rancangan.


Film? film juga merupakan seni dan ilmu, namun digunakan untuk menciptakan ilusi optik yang memaksa penoton untuk melihat gerakan berkelanjutan antar objek yang berbeda secara cepat dan berturut-turut.


Film dan arsitektur mempunyai keterkaitan hubungan yang dapat menjadi dukungan kuat bagi keduanya. Arsitektur membantu tema sebuah film dan film membantu arsitektur untuk memperkenalkan dirinya melalui sebuah identitas dari karya arsitektur tersebut. Namun selama ini keberadaan arsitektur hanya dianggap sebagai latar dari film yang menyebabkan mayoritas penonton tidak sadar padahal peran arsitektur bisa menjadi sangat penting dalam film.


Menurut Zakaria Effendi (2009), ada beberapa poin hubungan arsitektur dan film. Pertama, film dan arsitektur sebagai media, berbagai isu sosial, politik, ekonomi maupun budaya menjadikan film dan arsitektur sebagai seuah media untuk berkembang melalui proses komunikasi. Posisi film bagi arsitektur sebagai media potensial untuk menyampaikan makna karyanya. Kedua, film sebagai model inovasi arsitektur. Penempatan latar tempat maupun suasana sesuai dengan tema film akan lebih mudah apabila digambarkan melalui bantuan arsitektur. Sebagai contoh, produksi film yang mempunyai plot cerita masa depan akan sangat menarik karena dapat menjadi bayangan ataupun prediksi dari perkembangan inovasi teknologi dan arsitektur pada masa mendatang.


Mengingat perkembangan teknologi makin pesat yang berpengaruh terhadap bidang film maupun arsitektur, tidak ada salahnya mengolaborasikan keduanya menjadi kesatuan bidang seni. Oleh karena itu, akan terbentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara film maupun arsitektur.