ArchProject: PAVILION

Disisi lain, Archproject menghadirkan beberapa instalasi karya guna mendukung tema arsitektur dan sinema dari keseluruhan festival.


Penulis

Novan Naufal D A

Tanggal

25/04/2019

Kategori

Karya



Pada tanggal 27-28 April 2019, Arsitektur ITS punya acara besar yakni Archproject 2019. Festival Seni dan Musik ini sudah memasuki edisi ke 6 tahun ini. Digelar di Surabaya Town Square, Archproject 2019 bakal memanjakanmu dengan tema Arsitektur yang dipadukan dengan Sinema. Tahun ini akan ada banyak instalasi yang memanjakan sekaligus membawa suasana lebih jauh menuju tema yang dibawakan.


PINTU: Impresi pertama mempengaruhi persepsi -- Membawa masuk langsung dengan mengubah persepsi pengunjung tentang pintu masuk. Atraksi ini mengajak pengunjung melewati deretan pintu-pintu yang tersusun sebagai gerbang utama festival. Kurasi pintu dipilih dari elemen terkecil arsitektur ikonik yang menjadi sangat penting dalam set latar film jika diperhatikan lebih detil.


GARDEN BOX: Sesederhana Menikmati Warna -- Sebuah instalasi kubus yang diisi oleh berbagai tumbuhan serta serangga artificial, Berada didalam kubus yang tak terlalu besar bahkan ‘sempit’ dikelilingi oleh warna tumbuhan, kesan visual yang ingin kami hadirkan adalah ketenangan dan keintiman, seseorang bisa berlama-lama didalamnya sesederhana hanya untuk menikmati warna dan melupakan sejenak bahwa dia hanya berada didalam sebuah kotak ‘sempit’ ditengah hiruk pikuk orang diluarnya.


BENANG MERAH: Teriakan kesakitan, sekarat, dan mencekam. Kontras - apalagi yang dapat diilhami dari semua kekacauan ini. Berjalan, Berdiri, serta Memaknai dalam kesendirian. -- Menghadirkan sebuah narasi kekacauan, refleksi akan ‘sesuatu’ yang selalu ada didalam diri setiap manusia. Warna, tekstur, dan skala memegang peran penting dalam menghadirkan instalasi ‘narasi’ ini. Menjadikannya hanya bisa diakses satu-persatu pengunjung memberikan kesempatan setiap orang untuk mendefinisikan sendiri tentang bagaimana sebuah mess/kekacauan dapat mempengaruhi diri dan lingkungan sekitar.


BAYANG: The eye is always caught by lights, but shadow have more to say - Gregory Maguire -- Instalasi ini membawa anda berada dalam sebuah konsep ruang, dimana sisi ruangnya terlihat secara jelas, namun imaji ruang yang terlihat saat memasukinya akan terasa lebih luas dan tak terbatas. Cahaya memegang peran penting dalam konsep ruang, pernahkah kita berada dalam kegelapan dan merasa ‘takut’ akan batas-batas ruang atau ‘takut’ akan ruang yang tak terbatas? Instalasi ini memberi kesan visual yang tak terbatas, terlepas dari ukurannya yang hanya 2x4 meter. Cahaya akan berperan menambah pengalaman imaji pengunjung.


MINI KINESCAPE: Kecil tak berarti tak mempunyai kemampuan menyandingi besar – mini sinema modular yang bisa dibangun di mana saja demi menyandingi rasa menonton seperti di bioskop. Strukturnya hanya sekedar scaffolding dan kayu memudahkan untuk dibuat dan dibongkar. Kapasitasnya 1-6 orang membuat suasana intim saat menonton film pendek. Film yang disuguhkan berdurasi 5-7 menit.


LAYERED: Masif namun tak terbatas -- Instalasi ini menjadi area foto yang membawa pengunjung melihat ruangan masif tersorot deretan cahaya warna-warni bercampur. Namun sejatinya ruangan masif hanya merupakan ilusi semata dimana ternyata bisa dijelajahi dari sudut manapun. Kesan visual hasil dari sorotan cahaya akan terlihat sampai bagian yang paling belakang dari instalasi ini sehingga dapat dinikmati dari segala penjuru arah.