ArchProject: MORPH

Ranah keterhubungan ilmu arsitektur sangatkah luas, bahkan arsitektur pun dapat sangat berkolerasi dengan hal-hal tidak diduga sangat dekat dengan kita. Bagaimana jika sayembara dibuat dengan mengolerasikan Arsitektur dan Sinema?


Penulis

Nandhita Narendratmaja

Tanggal

23/04/2019

Kategori

Karya



Sayembara arsitektur merupakan sebuah ajang yang banyak dilaksanakan dan sudah menjadi hal yang ditunggu-tunggu bagi siapapun yang mendalami bidang arsitektur. Dalam pelaksanaannya ada banyak hal yang menjadi batasan dan tujuan yang menjadi topik bahasaan, dari ajang estetika bangunan hingga isu-isu sosial menjadi topik yang disinggung dalam ajang sayembara tersebut. MORPH juga merupakan salah satu dari sayembara arsitektur. Dalam sebuah sayembara kita berlomba- lomba menceritakan bagaimana proses analisis awal hingga hasil jadi dari desain yang telah dirancang dengan sangat detail dan menarik mungkin. Namun jika melihat ribuan konteks dan tema yang sudah pernah dibahas, kita sadar bahwa arsitektur lebih dari itu.


Tahun ini MORPH akan berfokus pada hubungan antara Arsitektur dengan Sinema (Film). Arsitektur dan Sinema mempunyai asosiasi erat, dimana sinema seringkali dijadikan sebagai objek analisis untuk desain pendidikan arsitektur. Hal tersebut dikarenakan sinema mempunyai kesamaan dengan arsitektur di ranah konseptual pada beberapa aspek seperti movement, kontinuitas, suara, cahaya, dan pengalaman visual.


Dalam berbagai skala dan tipologi, sebuah karya arsitektur memiliki cerita yang ingin disampaikan. Mulai dari kualitas ruang yang ia miliki, pengelompokan dari program ruangnya, hingga relasi arsitektur dengan penggunanya. Semua arsitektur memiliki cerita. Sinema sendiri merupakan bentuk media yang mampu menceritakan banyak hal, mulai dari tokoh pahlawan super, propaganda, edukasi, hingga romansa. Sinema dapat menciptakan sebuah dunia baru dan arsitektur mampu hadir sebagai latar di dalamnya.


Dengan Arsitektur dan Sinema, arsitektur dapat dikorelasikan dengan hal-hal yang dekat dan familiar dengan kita. Relasi keduanya yang kemudian mengizinkan ilmu arsitektur dengan sendiri berkembang pada spektrum yang lebih ekstrem dan luas.


Dalam event Archproject nanti MORPH akan berupaya memantik diskusi dan merayakan arsitektur sebagai bentuk ilmu pengetahuan yang selalu menarik untuk terus dieksplorasi bersama. Dengan membawa karya karya dan gerakan gerakan yang menjadi latar belakang terbentuknya MORPH sekarang. (nov/Media AP)