ArchProject: KINESCAPE

Kinescape selalu hadir menjadi daya tarik utama dalam Archproject dengan menghadirkan pengalaman menonton film yang berbeda dari biasanya.


Penulis

Novan Naufal D A

Tanggal

24/04/2019

Kategori

Exhibition



Salah satu festival seni Mahasiswa Arsitektur ITS, Archproject, bakal ada lagi tahun ini. Pada Minggu (7/4/2019), Soledad & the Sisters Co. (SATSCO) memutuskan untuk mendukung rangkaian acara Archproject 2019 akan digelar pada 27 dan 28 April 2019 di Surabaya Town Square. Tanggal tersebut diinformasikan melalui akun platform instagram sundaymarketsby. Terhitung sudah sepuluh media berhasil mereka unggah merangkum tema ‘Arsitektur dan Sinema’ yang Archproject bawakan. Hal spektakuler semacam atraksi bioskop besar diluar ruangan digambarkan dalam salah satu unggahan yang berbentuk video.


Berbicara soal sinema dalam bioskop, muncul pertanyaan akan siapa yang tidak menyukai gambar bergerak yang memaksa otak untuk melihat kelanjutannya? Di sela rutinitas harian, akan selalu tersedia waktu untuk pergi menuju bioskop dan menikmati film yang sedang tayang. Namun dalam perjalanan sejarah menonton film, banyak hal yang berubah seiring dengan berkembangnya zaman.


Era perfilman di indonesia dimulai pada tahun 1900-an. Pada masa ini film disajikan dengan penampilan gambar bergerak tanpa suara dan cerita. Menjadi hal baru dalam masyarakat yang kemudian berkembang sebagai media hiburan. Film berkembang menghadirkan berbagai konten dan ide kreatif yang tidak hanya menghibur tetapi memliki kualitas tertentu yang memenuhi ekspektasi masyarakat.


Disamping kualitas film, kesenangan menonton film dapat meningkat melalui suasana yang dihadirkan di ruang pemutarannya, interaksi antar penonton di ruang pemutaran dapat menjadi daya tarik tersendiri. Pada era 70-an interaksi ini dapat kita temukan di layar tancap, atau biasa juga disebut Misbar (gerimis bubar). Tidak seperti ruang bioskop, sensasi menonton film di misbar berada pada dimensi yang berbeda. Beratapkan langit dan tak jarang tersiram gerimis menjadikan memori sendiri untuk penonton.


Archproject mencoba menghadirkan kembali memori itu dalam Kinescape. Menonton dalam Kinescape akan menghasilkan pengalaman menonton yang berbeda dengan bioskop konvensional. Dengan memberi batas teritori tersendiri di ruangan terbuka untuk penonton menonton film maka akan menghasilkan perasaan yang sama seperti menonton dalam ruang privat dalam bioskop. Seperti misbar pada umumnya, Kinescape tidak beratap. Jika hujan turun, pengalaman menonton ditambah oleh sensasi rintik hujan. Tidak ada kursi untuk individu, tapi berbagi bersama orang lain. Kinescape membawa kembali memori menonton gambar gerak. Bersama-sama menikmati hiburan ringan.